Langsung ke konten utama

Memang, Otak itu Superr...!

     Beberapa kali  saya baca bukunya Agus Mustofa, penulis yang katanya kontroversial itu lho, membuat saya jadi makin sadar kalau pengetahuanku itu dikiiit sekali. Memang ada yang bilang, 'semakin banyak kita tahu, semakin kita tahu bahwa dikit yang kiata tahu'. Hmmm... Ada benernya juga ya.
     Yah, ilmuNya memang sangat luas. Bayangin, kita dikasih 'secuil' daging yang bernama otak itu sudah luar biasa hebatnya. Melebihi processor manapun! Itu aja sudah bisa mikir, bayangin, imajinasinya malah kemana-mana. Weleh-weleh... Subhanallah ya... (bersambung.....)
    
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fahmi

Berita politikseptember 2020 Anggota DPR:  HARUS            OPTIMIS  PEMERINTAH  TAK MUNGKIN HANYUT DALAM RESEPSI   Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh positif pada kuartal III 2020, meski masih ada pandemi Covid -19. Jokowi tak ingin Indonesia jatuh ke jurang resesi. Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menilai, hal ini menunjukkan pemerintah tengah membangun optimisme di tengah pandemi Covid 19 ini. Pemerintah tidak mungkin hanyut dalam resesi dengan membangun narasi pesimisme, tetapi harus yakin dengan berbagai kebijakan yang diambil. Dunia ini memang tidak seindah yang dibayangkan atau yang dikatakan. Tetapi kan optimisme harus dibangkitkan. Dia menegaskan, pemerintah tengah berupaya mencegah pertumbuhan ekonomi di kuartal III turun ke minus yang lebih tinggi lagi. Semuanya dilakukan, agar bisa mencapai minus 1 persen atau bahkan bila perlu menjadi positif. Karenanya, pe...

Cerita Sederhana tentang Hutan Rimba

                 Kawan, jika kau belum tahu, tahun ini sepertinya akan heboh oleh dua hal: piala dunia dan pemilu! Melihat situasi Indonesia saat ini yang sedang “hangat” dalam berkampanye partai politik, menjelang pemilu 2014 nanti, membuat atmosfir per-partai-an makin sengit dalam bersaing. Baliho-baliho dipasang di sepanjang jalan, dengan foto jumbo sang caleg tentunya, lengkap dengan koar-koar janji manis jika terpilih. Ah, itu sih lagu lama… Masyarakat kita sudah bosen akan cara lama berkampanye seperti itu. Banyak cara baru kok. Misalnya, seperti yang diusung salah satu partai, menjadikan pemenang konvensi capresnya oleh salah satu ikon raja musik dangdut yang “melegenda” di negeri ini. Tujuannya ya itu: meraup suara terbanyak. Tapi, kawan, buat apa mendiskusikan roda politik yang berputar tak tentu arah itu.   Aku hanya ingin berbagi kisah, kawan. Sebuah kisah, atau lebih tepa...