Langsung ke konten utama

Liburan ke Lombok Menggunakan Kapal Laut: Murah yang Menyenangkan

Assalamualaikum

Setelah vakum dalam waktu yang lama tidak menulis, kali ini saya memberanikan diri untuk berbagi sedikit pengalaman liburan ke Lombok. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi pulau yang terkenal dengan sebutan seribu masjid-nya.

Perjalanan ke Lombok

Jika pada saat pertama saya ke Lombok menggunakan pesawat, maka mencoba naik kapal laut adalah pilihan yang bisa dicoba. Selain sangat murah biayanya jika dibandingkan dengan pesawat, bisa berjalan melintasi dek-dek kapal yang luas sambil menatap lautan lepas adalah pengalaman perjalanan yang menarik.

Dari Malang, kami (berempat) berangkat ke Terminal Bungurasih (Surabaya) menggunakan bis patas yang ada gambar pandanya a.k.a Restu (Rp. 20.000). Sesampainya di terminal, langsung menggunakan bis kota (mirip dengan Trans Jakarta) menuju ke Pelabuhan Perak (Rp. 6000). Di pelabuhan, kita cari loket penjualan tiket kapal laut ASDP Group atau bisa tanya orang bila kesulitan. Pesan tiket kapal fery  Legundi yang jurusan Surabaya-Lombok dengan biaya Rp. 72.000, cukup murah kan. Oiya, tiket dibeli sepaket dengan kupon makan 2 kali (@15.000) di kapal, yaitu saat makan malam dan sarapan. Jangan berharap terlalu banyak dari makanannya ya, intinya bisa buat ganjal lapar.

Total pengeluaran tiket kapal Rp. 102.000,- (stay on budget banget kan wkwk)

Tips: Membawa bekal dari luar seperti nasi bungkus sangat bermanfaat selama di kapal, sedia 1-2 porsi. Karena jam pembagian makanan di kapal yang kurang menentu, bekal bisa menjadi penyelamat.

Ada sedikit tragedi tak terduga, kapal yang dijadwalkan berangkat pukul 2 siang mendadak molor sampai jam 8 malam, gara-gara ada kapal pesiar mewah dari Tiongkok yang transit. Jadilah kita terantung-antung di Surabaya North Quay. Namun ruang tunggu yang bersih dan nyaman, mirip seperti di bandara, menjadi alasan untuk tidak memperparah keadaan.

Akhirnya kami berangkat. Lama perjalanan sekitar 19-21 jam, kondisi kapal terbilang cukup bagus jika dibandingkan dengan kapal fery jurusan Surabaya-Madura. Kapal yang bersih, kursi penumpang yang nyaman, serta kabin dan dek yang luas untuk bisa berjalan-jalan di kala bosan.

Penampakan ruang ekonomi AC

Ruang excecutive yang nyaman
Note: Menggunakan kapal memang murah, namun memakan banyak waktu. Bila waktu liburan sangat terbatas, berangkat dengan kapal kurang disarankan.

Bilik Rahasia dalam Kapal

Ada penyewaan kamar tidak resmi yang bisa dipesan, jika ingin lebih nyaman. Cukup berbisik pada petugas jika ingin menyewa kamar, nanti sama doi dianterin untuk lihat penampakannya. Harganya tidak bisa dibilang murah juga, yaitu -+Rp. 400.000. Namun dengan sedikit skill menego yang jitu, kami berhasil dapat dengan harga Rp. 300.000, Worth it-lah untuk berempat. Tolong jangan bayangkan layaknya kabar hotel dengan kasur spring bed dan ruangan yang luas, kamar ini cukup mini dengan satu kasur atas dan dua kasur lantai sebagai tambahannnya. Cukup untuk kami berempat, yang sedikit berhimpit-himpitan wkwk. Berhubung keahlian tidur nyenyak di segala kondisi tidak perlu diragukan lagi, perjalanan yang lama berasa jadi cepat.
Bisa lihat pemandangan 

Ada plus, tentu ada minus. Secara keseluruhan, berikut hal yang bisa dipertimbangkan jika ingin bervakansi ke Lombok menggunakan kapal laut:
+ Harga tiket yang murah meriah
+ Kabin dan dek kapal luas
+ Kapal bersih dan nyaman, semua ruangan sudah full AC
- Memakan waktu perjalanan yang lama, 19-21 jam
- Jika angin dan ombak agak kencang, kapal terasa bergoyang dan berisiko mabuk laut

Welcome in Lombok!

Mendarat di pelabuhan Lembar, Lombok, esoknya pukul 3 sore WITA. Untuk beranjak kami langsung memutuskan untuk menggunakan Go-C*r. Namun, karena tidak dapat-dapat driver (entah ditolak karena di tempat umum macam pelabuhan), akhirnya kami naik mobil carteran lokal yang menawarakan jasanya dengan tariff 2x lipat lebih mahal dari GoCar (Rp. 100.000) untuk tujuan ke Mataram.
Tips: Ada baiknya jika berjalan menjauhi pelabuhan dahulu, baru kemudian memesan taksi online. Karena warga setempat bilang bahwa taksi online kurang disukai.

Sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil, suasana khas Lombok langsung menyeruak. Udara yang terasa agak asin dan hangat, banyaknya anjing liar berkeliaran, serta Pura yang banyak berdiri di pinggir jalan menjadi ciri khas yang eksotis. Sekilas, mirip dengan Madura, bahkan orang-orang lokalnya.

Bonus feature: Mini Review

Transmart Studio Mini Mataram: Wahana Asyik nan Ramah Kantong untuk Anak Muda

Karena ingin mengunjungi banyak tempat dengan waktu liburan yang terbatas, setelah berbersih diri dan leyeh-leyeh sebenar, malamnya kami langsung pergi ke Transmart Mataram.

First impression yang muncul pertama kali adalah mall-nya cukup besar, ada beberapa gerai makanan dan pusat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari. Transmart Studio sendiri terletak di lantai 4, paling atas, jadi perlu melewati beberapa lantai sambil cuci mata.

Transmart Studio Mini bisa dibilang cukup besar untuk wahana bermain dalam ruangan. Ada berbagai permainan seru yang bisa dicoba, seperti roller coaster, kursi terbang, trampoline, hingga mesin pencapit boneka tipu-tipu.
Berbagai macam permainan bisa dicoba
Tidak memakai tiket atau koin, jika ingin bermain cukup membeli kartu yang berisi saldo. Mulai dari 50.000, 100.000, dan seterusnya. Fyi, sisa saldo yang tidak terpakai tidak bisa diuangkan kembali, namun dapat berlaku selama 2 tahun. Jadi kami ambil yang aman, yaitu beli yang 100.000 saja buat bertiga.

Tidak seperti yang saya bayangkan di awal, kami berhasil mencoba cukup banyak wahana permainan. Untuk sebuah permainan sederhana harganya dibanderol mulai 4.900 rupiah, cukup terjangkau mengingat fasilitasnya juga yang ciamik. Bila bernyali besar, roller coaster juga bisa jadi pilihan yang menantang dengan biaya 30.000 untuk 2 kali putaran.

Roller coaster yang seru

Banyak wahana yang bisa dicoba
Tidak ingin bermain-main? Boleh saja. Banyak pula background dinding serta miniatur unik yang cocok untuk berswafoto. Sangat layak dicoba untuk menghabiskan waktu liburan.

Tiket masuk: Gratis

Sekian dulu pengalaman untuk hari pertama, semoga bisa menjadi refrensi liburan yang bermanfaat jika ingin main ke Lombok.

Wassalamualaikum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fahmi

Berita politikseptember 2020 Anggota DPR:  HARUS            OPTIMIS  PEMERINTAH  TAK MUNGKIN HANYUT DALAM RESEPSI   Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh positif pada kuartal III 2020, meski masih ada pandemi Covid -19. Jokowi tak ingin Indonesia jatuh ke jurang resesi. Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menilai, hal ini menunjukkan pemerintah tengah membangun optimisme di tengah pandemi Covid 19 ini. Pemerintah tidak mungkin hanyut dalam resesi dengan membangun narasi pesimisme, tetapi harus yakin dengan berbagai kebijakan yang diambil. Dunia ini memang tidak seindah yang dibayangkan atau yang dikatakan. Tetapi kan optimisme harus dibangkitkan. Dia menegaskan, pemerintah tengah berupaya mencegah pertumbuhan ekonomi di kuartal III turun ke minus yang lebih tinggi lagi. Semuanya dilakukan, agar bisa mencapai minus 1 persen atau bahkan bila perlu menjadi positif. Karenanya, pe...

Curhat Seorang Kawan

            Kawan, aku punya cerita... Petang itu, semilir angin masih mau menyapa tempat saya duduk di belakang mushala Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Al-Amien Prenduan, masih di bumi Madura tentunya. Semburat merah jingga sudah hilang ditelan waktu, menandakan malam akan tiba. Beberapa santri terlihat masih serius berkutat dengan ayat-ayat al-qur’an, sebagian lainnya memilih untuk melamun. Rasa syukur menyeruak, mengingat masih mampu menikmati dinamika kehidupan yang lekat dengan al-qur’an dan kesempatan untuk merenungi maknanya. Saya masih terduduk dengan mushaf di tangan, sembari membacanya perlahan. Sambil menikmati suasana petang itu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh teman satu angkatan (kelas akhir) yang duduk di samping saya. Menatap saya lekat, seraya berkata “Vis, gimana nih? Aku bingung. Aku ngerasa berat dalam hal ngulang hafalanku. Satu halaman aja butuh konsentrasi tinggi, susah pokoknya.” “Kamu target selesa...

Memang, Otak itu Superr...!

     Beberapa kali  saya baca bukunya Agus Mustofa, penulis yang katanya kontroversial itu lho, membuat saya jadi makin sadar kalau pengetahuanku itu dikiiit sekali. Memang ada yang bilang, 'semakin banyak kita tahu, semakin kita tahu bahwa dikit yang kiata tahu'. Hmmm... Ada benernya juga ya.      Yah, ilmuNya memang sangat luas. Bayangin, kita dikasih 'secuil' daging yang bernama otak itu sudah luar biasa hebatnya. Melebihi processor manapun! Itu aja sudah bisa mikir, bayangin, imajinasinya malah kemana-mana. Weleh-weleh... Subhanallah ya... ( bersambung .....)